KAJIAN PROSES PENGOLAHAN DAN KINERJA “BIOSOLID” PADA LAHAN PERTANIAN


BIOSOLID merupakan limbah padat yang bersumber dari pengolahan air limbah industri dan limbah rumah tangga secara aerob maupun anaerob. Biosolid ini menjadi permasalahan bagi industri-industri mengingat jumlah biosolid yang dihasilkan cukup besar kurang lebih mencapai 30-40 ton per hari tergantung industri. Pengelolaan yang dilakukan saat ini hanya dipergunakan sebagai tanah urug (land fill) dan dikirim ke Cilengsi untuk dilakukan pengolahan lebih lanjut. Pengelolaan ini membutuhkan biaya yang cukup besar dan tidak memberi nilai ekonomi pada biosolid tersebut.

Berdasarkan kajian literatur dan analisis laboratorium diketahui biosolid mengandung berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman seperti : Nitrogen (N) : 2-3%, Phosphor (P2O5) : 2-4%, Kalium (K2O) : 0,5-1%  dan Sulfur (S) : 0,2-0,4% serta Bahan organik : 26-30%. Disamping mengandung unsur hara, biosolid dari limbah industri dapat mengandung bakteri pathogen dan logam-logam berat. Kualitas biosolid yang dihasilkan setiap jenis industri berbeda-beda tergantung jenis industri dan teknologi pengolahan air limbahnya.

Memperhatikan kualitas biosolid yang terdapat pada setiap industri, biosolid ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, media tanam (karbon atau biochar) yang berfungsi untuk perbaikan kualitas lahan pertanian dan untuk reklamasi lahan pertanian. Dalam rangka pendayagunaan biosolid untuk menunjang kegiatan pertanian perlu dilakukan pengkajian terlebih dahulu mengenai jenis dan konsentrasi bakteri pathogen dan logam-logam berat yang terkandung dalam biosolid. Salah satu pengkajian yang diusulkan dalam penelitian ini adalah KAJIAN PROSES PENGOLAHAN DAN KINERJA “BIOSOLID” PADA LAHAN PERTANIAN

Proses pengolahan biosolid dimaksudkan untuk menurunkan kandungan bakteri pathogen dan logam-logam berat yang terkandung dalam biosolid serta pengolahan biosolid menjadi karbon atau biochar.  Produk hasil pengolahan biosolid selanjutnya diaplikasikan pada lahan pertanian  untuk mengkaji kinerja biosolid dan karbon pada lahan pertanian. Pengkajian dalam penelitian ini meliputi : Identifikasi kuantitas dan kualitas (fisik, kimia dan biologi) limbah padat biosolid pada berbagai jenis industri, proses pengolahan : Ekstraksi asam-basa dan Karbonisasi serta  kinerja biosolid dan karbon (biochar) pada lahan pertanian.

Penelitian dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahun yaitu tahun pertama mengkaji kuantitas dan kualitas (fisik, kimia dan biologi) biosolid dari berbagai jenis industri, dan proses proses pengolahan biosolid dengan Ekstraksi Asam-Basa, tahun kedua Proses Karbonisasi Biosolid dan tahun ketiga mengkaji kinerja biosolid dan karbon pada lahan pertanian

Hasil yang ditargetkan dalam penelitian ini adalah data kuantitas kualitas biosolid untuk jenis industri tertentu, proses pengolahan biosolid terbaik, rekomendasi kelayakan aplikasi biosolid pada lahan pertanian, publikasi ilmiah, bahan ajar pada mata kuliah proses pemisahan, pengelolaan limbah cair, padat dan gas, dan buku tentang pengolahan dan pemanfaatan biosolid.

 

 

 

A. LATAR BELAKANG

Pemerintah Indonesia telah lama menetapkan kebijakan tentang Industri Berwawsan Lingkungan dimana setiap industri diharapkan tidak memberikan dampak negatif pada lingkungan. Kebijakan ini telah diikuti oleh berbagai industri dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah khususnya proses biologi baik biologi aerob maupun anaerob akan menghasilkan produk samping yang disebut dengan “BIOSOLID”.

Biosolid menjadi permasalahan yang cukup serius bagi industri bahkan dapat menghentikan proses produksi jika tidak dilakukan pengelolaan secara baik. Pengelolaan biosolid saat ini hanya ditampung pada lahan kosong,  pengelolaan ini membutuhkan biaya yang cukup besar meliputi biaya pengadaan lahan dan transportasi serta tidak mimiliki nilai ekonomi

Bedasarkan kajian literatur dan analisis laboratorium diketahui biosolid mengandung unsur hara seperti : Nitrogen (N) : 2-3%, Phosphor (P2O5) : 2-4%, Kalium (K2O) : 0,5-1%  dan Sulfur (S) : 0,2-0,4% serta Bahan organik : 26-30%. Biosolid juga dapat mengandung bakteri pathogen dan logam-logam berat. Kandungan bakteri pathogen dan logam-logam berat perlu mendapatkan perhatian dalam pengolahan biosolid untuk menghasilkan suatu produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi

          Memperhatikan permasalahan yang dihadapi industri, yaitu  biaya pengelolaan biosolid yang besar dan belum memiliki nilai ekonomi maka diperlukan pengkajian tentang pemanfaatan biosolid ini menjadi suatu produk yang berguna dan mempunyai nilai ekonomi. Salah satu pengkajian yang diusulkan dalam penelitian ini adalah “KAJIAN PROSES PENGOLAHAN DAN KINERJA BIOSOLID PADA LAHAN PERTANIAN”

 

 

B. ROADMAP KEGIATAN

          Penelitian dilaksanakan selama 3 (tiga) tahun, roadmap kegiatan penelitian seperti tercantum dalam tabel berikut :

Tabel 1. Roadmap kegiatan penelitian

Kegiatan Penelitian

Waktu Penelitian

Strategi Pencapaian Target

Output Kegiatan

Identifikasi kuantitas dan kualitas (fisik, kimia dan biologi) biosolid dari berbagai industri

Pengolahan biosolid dengan proses ekstraksi asam-basa

1 Tahun

Penelitian lapangan dan laboratorium :  Survey ke beberapa industri dan pengolahan biosolid dengan proses ekstraksi asam : H3PO4 , dan basa : KOH 1. Produksi biosolid per hari

2. Konsentrasi : N, P, K, Ca, Mg, S dan Organik Karbon (C) ;  Jenis dan Konsentrasi Bakteri pathogen dan logam berat

3. Kualitas produk biosolid terbaik dengan proses ekstraksi asam dan basa

4. Publikasi Ilmiah

Pengolahan biosolid dengan proses Karbonisasi

1 Tahun

Penelitian laboratorium : Proses pengolahan biosolid dengan proses Karbonisasi. 1. Kualitas produk KARBON terbaik dengan proses Karbonisasi

2. Publikasi ilmiah

kinerja biosolid dan Karbon pada lahan pertanian

1 Tahun

Penelitian lapangan aplikasi biosolid pada lahan pertanian dengan jenis tanaman  : jagung 1. Dosis biosolid dan karbon perluasan lahan

2. Kualitas fisik, kimia dan biologi lahan pertanian

3. Kuantitas produksi tanaman

4. Rekomendasi aplikasi biosolid pada lahan pertanian

5. Publikais Ilmiah

 

C. TUJUAN PENELITIAN

          Penelitian kajian proses pengolahan dan kinerja “biosolid” pada lahan pertanian bertujuan :

  1. Mengatasi permasalahan limbah biosolid di Indonesia
  2. Meningkatkan daya guna dan nilai ekonomi biosolid
  3. Menghasilkan proses dan teknologi pengolahan biosolid
  4. Rekomendasi aplikasi biosolid pada lahan pertanian

 

D. SISTEMATIKA

          Sistematika penelitian kajian proses pengolahan dan kinerja “Biosolid” pada lahan pertanian meliputi :

v Survey,  kegiatan kunjungan ke beberapa industri untuk memperoleh data kuantitas dan kualitas biosolid di beberapa industri

v Penelitian laboratorium, kegiatan penelitian laboratorium meliputi analisis kualitas biosolid, proses pengolahan biosolid dengan proses ekstraksi asam-basa dan proses karbonisasi dan analisis kualitas produk biosolid

v Penelitian lapangan, kegiatan penelitian lapangan meliputi aplikasi biosolid dan karbon pada lahan pertanian

v Rekomendasi, rekomendasi ini menentukan kelayakan proses pengolahan dan aplikasi biosolid pada lahan pertanian

E. PENERAPAN HASIL KEGIATAN

          Hasil penelitian dapat diterapkan pada :

  1. Industri

Hasil penelitian berupa proses dan teknologi pengolahan biosolid dapat diaplikasi pada industri yang memiliki biosolid atau membangun industri baru pengolahan biosolid dengan mengelola biosolid dari beberapa industri

  1. Masyarakat

Hasil penelitian berupa rekomendasi aplikasi biosolid dan karbon (biochar) pada lahan pertanian  dapat diaplikasikan oleh masyarakat petani untuk menunjang kegiatan pertanian dan memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi lahan pertanian.

 

 

 

Dalam rangka menunjang kegiatan penelitian yang diusulkan ini, berbagai kegiatan penelitian yang telah dilaksanakan seperti :

Ketua Peneliti : Dr. Ir. Ni Ketut Sari, MT telah melaksanakan berbagai kegiatan penelitian meliputi :

  1. Penelitian Kajian Proses Adsorpi Air Payau Dengan Biosolid, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2005. Penelitian ini bertujuan meningkatkan unsur hara dalam biosolid dengan mengikat ion Mg, Ca yang terkandung dalam Air Payau, penelitian ini dilaksanakan bekerjasama dengan Mahasiswa
  2. Penelitian Kajian Proses Adsorpsi Limbah Logam Berat Dengan Biosolid Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2005. Penelitian ini bertujuan menurunkan konsentrasi logam berat dalam air limbah industri dengan biosolid, penelitian ini dilaksanakan bekerjasama dengan Mahasiswa
  3. Penelitian Kajian Proses Adsorpsi Warna Air Limbah Dengan Karbon Aktif, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2006. Penelitian ini bertujuan menurunkan warna air limbah industri dengan karbon aktif, penelitian ini dilaksanakan bekerjasama dengan Mahasiswa
  4. Penelitian Kajian Produksi Bioethanol Dari Air Limbah Cucian Beras, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2006. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah cucian beras sebagai bioethanol  penelitian ini dilaksanakan bekerjasama dengan Mahasiswa
  5. Penelitian Kajian Produksi Bioethanol Dari Rumput Gajah, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2009. Penelitian ini bertujuan mengkaji rumput gajah sebagai bahan baku alternatif produksi bioethanol penelitian ini dilaksanakan dengan DANA DP2M-DIKTI (Hibah Bersaing).
  6. Penelitian Kajian Peningkatan Kuantitas Glukosa dari Proses Hidrolisa Limbah Padat Tapioka Dengan Enzim Alfa Amylase, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2007. Penelitian ini bertujuan meningkatkan Glukosa Pada Limbah Padat Tapioka, penelitian ini dilaksanakan bekerjasama dengan Mahasiswa
  7. Penelitian Pemodelan Perpindahan Massa Pada Ekstraksi Limbah Padat Industri Dengan Pelarut Asam Kuat, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2007. Penelitian ini bertujuan menentukan model matematis Perpindahan Masa Pada Proses Ekstraksi Limbah Padat Industri, penelitian ini dilaksanakan bekerjasama dengan Mahasiswa
  8. Penelitian Purifikasi Bioethanol Dari Rumput Gajah Dengan Distilasi Batch, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2009. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemisahan bioethanol berbahan baku rumput gajah, penelitian ini dilaksanakan bekerjasama dengan Mahasiswa

 

Anggota Peneliti Ir. Ketut Sumada, MS telah melaksanakan berbagai kegiatan penelitian meliputi :

  1. 1.  Penelitian Pengolahan Limbah cair Industri Cold Storage Secara Biologi Aerobik dengan Teknologi Kontak-Stabilisasi, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 1998. Hasil penelitian telah diaplikasi pada industri “PT. SEA MASTER” Kecamatan Beji,  Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.
  2. 2.  Penelitian Pengolahan Limbah cair Industri Cold Storage Secara Biologi Aerobik dengan Teknologi Kontak-Stabilisasi, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2000. Hasil penelitian telah diaplikasi pada industri “PT. OCEANS GEMINDO” Kecamatan Gempol,  Kabupaten Pasuruan Jawa Timur
  3. 3.  Penelitian Pengolahan Limbah Cair Industri Rumput Laut  Secara Kombinasi Proses Kimia-Fisik dan Biologi Aerobik dengan Teknologi Kontak-Stabilisasi, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 1999. Hasil penelitian telah diaplikasi pada industri “PT. AMARTHA CARRAGEENAN INDONESIA” Kecamatan Gempol,  Kabupaten Pasuruan,  Jawa Timur.
  4. 4.  Penelitian Pengolahan Limbah Cair Industri Bleaching Earth  Secara Kimia-Fisik, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 1999. Hasil penelitian telah diaplikasi pada industri “PT. MADU LINGGA PERKASA” Kecamatan Dryorejo  Kabupaten Gresik,  Jawa Timur
  5. 5.  Penelitian Pengolahan Limbah cair Industri Kerupuk Udang  Secara Biologi Aerobik dengan Teknologi Kontak-Stabilisasi, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2002. Hasil penelitian telah diaplikasi pada industri “PT. CANDI JAYA AMERTA DAN PT ANEKA FOOD INDUSTRY” Kecamatan Tanggulangin,  Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
  6. 6.   Penelitian Pengolahan Limbah Cair Industri Pengolahan Kayu Secara Biologi Aerobik dengan Teknologi Kontak-Stabilisasi, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2006. Hasil penelitian telah diaplikasi pada industri “PT. TOHITTINDO” Kecamatan Tanggulangin,  Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
  7. 7.  Penelitian Kajian Proses Produksi Pupuk Multinutrien Phosphate-Base dari Air Buangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2006. Penelitian ini didanai oleh DIKTI
  8. 8.  Penelitian Kajian Produksi Pupuk Multinutrien Phosphate-Base dari Bittern Industri Garam, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2007. Penelitian ini didanai oleh MENRISTEK
  9. 9.  Penelitian Kajian Proses Produksi Pupuk Multinutrien Phosphate-Base dari Air Buangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2006. Penelitian ini didanai oleh DIKTI

10. Penelitian Kajian Proses Adsorpi Air Payau Dengan Biosolid, Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2007. Penelitian ini kerjasama dengan Mahasiswa

 11. Penelitian Kajian Proses Produksi dan Kinerja Pupuk Hijau Cair dan Padat Dari Tanaman Muntingia C.L dan Helianthus A.L., Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2009. Penelitian ini didanai oleh DIKTI

 

Berbagai kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan beberapa tahun kedepan yaitu penelitian-penelitian pemanfaatan biosolid, hal ini disebabkan ketersediaan biosolid yang sangat besar, belum dimanfaatkan dan tidak memiliki nilai ekonomi

Berbagai penelitian kelayakan “biosolid” yang akan dilaksanakan beberapa tahun kedepan:

  1. Penelitian Kajian Degradasi Bakteri Pathogen dan Logam Berat Dalam Biosolid Dengan Proses Ekstraksi Asam-Basa (tahun 2010)
  2. Penelitian Kajian Proses Karbonisasi Biosolid (tahun 2011)
  3. Penelitian Kajian Kinerja  Biosolid Dan Karbon (Biochar) Pada Lahan Pertanian (tahun 2012)
  4. Penelitian Kajian Produksi Pupuk Organik Granul Biosolid (tahun 2013)
  5. Penelitian Kajian Produksi Bahan Bakar Briket Dari Biosolid (tahun 2014)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 6.   Penelitian Kajian Produksi Bahan Bakar Padat Dari Biosolid  

 

Biosolid merupakan produk samping (limbah padat) dari pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) khususnya yang melibatkan proses biologi baik aerob maupun anaerob. Berdasarkan studi literatur dan kajian awal analisis laboratorium diketahui biosolid mengandung unsur-unsur makro dan mikro pupuk seperti ion Nitrogen (N) : 2-3%, Phosphor (P2O5) : 2-4%, Kalium (K2O) : 0,5-1%  dan Sulfur (S) : 0,2-0,4% serta Bahan organik : 26-30%. Disamping mengandung unsur makro dan mikro pupuk, biosolid dapat mengandung bakteri pathogen : total coliforms, fecal coliforms, shigella sp ; salmonella sp, escherichia coli dan logam-logam berat : Arsenic (As), Cadmium (Cd), Chromium (Cr), Copper (Cu), Lead (Pb), Mercury (Hg), Nickel (Ni), Selenium (Se) dan Zinc (Zn). Konsentrasi unsur makro dan mikro pupuk, bakteri pathogen dan logam berat pada biosolid berbeda-beda tergantung pada jenis air limbah dan teknologi pengolahannya.

Kandungan bakteri pathogen dan logam-logam berat pada biosolid merupakan permasalahan dalam pemanfaatan biosolid tersebut khususnya pada aplikasinya untuk lahan pertanian hal ini dapat mengakibatkan pencemaran produk hasil pertanian. Mengacu pada kandungan bakteri pathogen dan logam-logam berat tersebut, maka diperlukan pengkajian tentang kualitas biosolid dari beberapa jenis industri.  Pengolahan bakteri pathogen dan logam-logam berat dalam biosolid ini bertujuan agar produk-produk hasil pertanian aman untuk dikonsumsi.

Di Indonesia penelitian tentang pengolahan  biosolid menjadi suatu produk yang memiliki nilai ekonomi maupun aplikasinya pada lahan pertanian masih sedikit, sedangkan dibeberapa negara seperti Amerika, Australia, Kanada, China  dan negara lainnya telah mengaplikasikan biosolid ini sebagai media yang sangat bermanfaat  untuk perbaikan kualitas lahan pertanian, reklamasi lahan pertanian maupun lahan bekas penambangan serta produksi pupuk dengan proses pengeringan dan composting.

Kebaharuan penelitian ini terletak pada pengolahan biosolid dengan proses ekstraksi asam-basa yang dipergunakan untuk mematikan aktifitas bakteri pathogen dan mengekstraksi logam berat. Pemakaian pelarut asam seperti H3PO4 atau HNO3 disamping dapat mematikan bakteri pathogen juga mengekstraski logam berat serta meningkatkan unsur hara dengan masuknya (adsorpsi) ion PO4 dan NO3 kadalam biosolid, dengan meningkatnya unsur hara maka produk yang dihasilkan layak untuk diaplikasikan pada lahan pertanian. Sedangkan pemakaian pelarut basa seperti KOH atau NaOH difungsikan untuk proses netralisasi,  mematikan bakteri pathogen dan meningkatkan unsur hara dalam produk.

Kualitas produk biosolid hasil proses EKSTRAKSI ASAM-BASA mengacu   pada standar kualitas yang dikeluarkan oleh Amerika melalui  EPA (Environmental Protection Agency).  Standar kualitas biosolid yang dapat diaplikasikan pada sektor pertanian menurut EPA seperti tercantum dalam tabel 2 dan 3, sedangkan berdasarkan standar produk pupuk organik (SNI) seperti tercantum dalam tabel 4. Pemenuhan terhadap standar kualitas biosolid yang dapat diaplikasikan pada lahan pertanian dimaksudkan untuk menghindari terjadinya pencemaran lingkungan (air, tanah dan udara) dan pencemaran pada produk-produk hasil pertanian.

 

Tabel 2. Standar Jenis dan Konsentrasi Logam-logam Berat dalam Biosolid

No

Jenis Logam Berat

Konsentrasi (mg/Kg)

No

Jenis Logam Berat

Konsentrasi (mg/Kg)

1

Arsenic (As)

41

6

Mercury (Hg)

17

2

Cadmium (Cd)

39

7

Nickel (Ni)

420

3

Chromium (Cr)

1200

8

Selenium (Se)

36

4

Copper (CU)

1500

9

Zinc (Zn)

2800

5

Lead (Pb)

300

     

 

 

 

Tabel 3. Standar Jenis dan Konsentrasi Bakteri Pathogen dalam Biosolid

No

Jenis Bakteri Pathogen

Konsentrasi

1 Total coliforms

0

2 fecal coliforms

0

3 shigella sp

0

4 salmonella sp

0

5 escherichia coli

0

 

Tabel 4. Standar Kualitas Pupuk Organik Padat (SNI)

 

No

 

Parameter

Kandungan

Pupuk Organik Padat

Pupuk Organik Cair

1 C-Organik (%)

Min 15

≥ 6

2 C/N ratio

12 – 25

—-

3 Bahan ikutan (kerikil, beling, plastik) (%)

≤ 2

—-

4 Kadar air (%)

Maks 35

—-

5 Kadar logam berat :

As (ppm)

Hg (ppm)

Pb (ppm)

Cd (ppm)

≤ 10

≤ 1

≤ 50

≤ 10

≤ 10

≤ 1

≤ 50

≤ 10

6 pH

≥ 4 – ≤ 8

≥ 4 – ≤ 8

7 Kadar total :(N + P2O5 + K2O) (%)

Dicantumkan

Dicantumkan

8 Kadar unsur mikro

Dicantumkan

Dicantumkan

9 Kadar Zn, Cu, Mn, Co, Fe

Dicantumkan

Dicantumkan

10 Mikroba pathogen :

E-Coli

Salmonella (sel/ml)

Dicantumkan

Dicantumkan

Pada proses karbonisasi biosolid dihasilkan produk “KARBON” atau dengan istilah “BIOCHAR” yaitu produk dengan kandungan karbon yang tinggi yaitu > 90 %. Proses karbonsasi biosolid dilakukan dalam sebuah bejana tertutup pada temperatur operasi dibawah 800oC dan waktu karbonisasi tertentu. Produk karbon atau biochar ini disamping mengandung karbon yang tinggi juga mengandung berbagai unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman seperti : Nitrogen (N), Phosphor (P), Kalium (K), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca) dan Daya Serap Air yang tinggi. Produk karbon atau biochar ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar padat dan perbaikan kualitas tanah karena karbon ini mempunyai nilai kalor, pori-pori yang dapat menyerap unsur hara dan penyimpanan unsur hara atau menahan air, media pertumbuhan bakteri, mengandung unsur hara sehingga dapat mengurangi pemakaian pupuk.

Kualitas produk karbon atau biochar dengan bahan baku lain seperti tercantum dalam tabel 5, 6 dan 7 berikut :

   Tabel 5. Komposisi kimia karbon limbah pertanian:

 

Jenis Bahan

Abu

Ca

Fe

Mg

K

P

%

mg/kg

Bagasse

2,9

1500

130

6300

2700

280

Coconut shell

0,7

1500

120

390

2000

90

Rice Straw

19,8

4800

200

6300

5400

750

Saw dust

0,44

170.000

29.000

27.000

Waste wood

8,8

130.000

10.000

19.000

   

 

 

 

 

     Tabel 6. Komposisi kimia karbon limbah pertanian

 

Jenis Bahan

H/C

O/C

C/N

H/O

OC

mg/gram

Wood biochar

0,07

105

540

Coconut shell biochar

0,605

0,165

73,8

0,2

693

Rice Straw biochar

0,726

0,2325

37,3

0,2

493

Bagasse biochar

0,605

0,165

40,3

0,2

714

 

    Tabel 7. Kualitas fisik karbon :

Parameter

Surface Area

(m2/g)

Volume

(m3/g)

Micropores

750 – 1360

0,2 – 0,5

Macropores

51 – 138

0,6 – 1,0

Densitas

2,0 – 2,1 gram/cm3

 

Berdasarkan data-data yang tercantum dalam tabel 1, 2, dan 3 dapat diketahui bahwa kualitas karbon yang dihasilkan dipengaruhi oleh bahan baku limbah pertanian yang dipergunakan.

Penelitian produksi karbon dari biosolid masih terbatas di Indonesia sedangkan kebutuhan unsur karbon bagi pertanian cukup besar, sehingga produk karbon ini menjadi salah satu pertimbangan untuk dikembangkan sebagai industri.

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan tujuan penelitian,  Metode penelitian yang dipilih adalah Metode Penelitian Laboratorium dan Penelitian Lapangan yang dilaksanakan dalam waktu 3 tahun.

Penelitian laboratorium :

Penelitian yang dilaksanakan dalam laboratorium meliputi :

  1. Penelitian Degradasi Bakteri Phatogen dan Logam Berat Dengan Proses Ekstraksi Asam-Basa
  2. Penelitian Proses Karbonisasi Biosolid

Penelitian Lapangan :  yaitu penelitian pengujian kinerja Biosolid dan Karbon Pada Lahan Pertanian

Blok Diagram penelitian seperti berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan metode penelitian tersebut, kegiatan penelitian selama 3 (tiga) tahun dapat diuraikan seperti berikut :

 

 

 

 

 

 

 

————————————————————————————————————————————-

Tahun II

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. A.  IDENTIFIKASI KUANTITAS DAN KUALITAS “BIOSOLID”

Identifikasi kuantitas dan kualitas biosolid bertujuan untuk mengkaji kuantitas dan kualitas biosolid yang terdapat di beberapa industri. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan mengambil sampel biosolid di 4 (empat) industri yang menghasilkan biosolid di Jawa Timur seperti : Industri kertas, Industri kawasan terpadu, Industri tekstil dan Industri Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga.

Kajian ini menghasilkan data kuantitas dan kualitas biosolid yaitu :

Kajian kuantitas : Jumlah biosolid yang dihasilkan per hari pada setiap industri

Kajian kualitas biosolid meliputi :

  1. a.  Unsur  Hara  meliputi : Konsentrasi Nitrogen (N), Phosphor (P2O5), Kalium (K2O), Magnesium (MgO), Kalsium (CaO), sulfur (S) dan Karbon Organik (C)

b. Bakteri Pathogen dan Non Pathogen meliputi : Total coliforms, fecal coliforms, shigella sp ; salmonella sp, dan escherichia coli.

c. Logam Berat meliputi : Arsenic (As), Cadmium (Cd), Chromium (Cr), Copper (Cu), Lead (Pb), Mercury (Hg), Nickel (Ni), Selenium (Se) dan Zinc (Zn)

 

Kajian Proses Ekstraksi Asam-Basa Biosolid :

a. Media ekstraksi : Asam phosphate (H3PO4) dan Kalium Hidroksida (KOH)

b. Kualitas produk : Memenuhi standar EPA dan SNI

 

B. PROSES KARBONISASI BIOSOLID

Biosolid merupakan limbah padat yang bersifat organik tetapi dimungkinkan mengandung logam berat. Proses karbonisasi biosolid ini bertujuan untuk  menghasilkan produk karbon dengan kandungan karbon yang tinggi dan mengandung unsur hara seperti : Nitrogen (N), Phosphor (P2O5), Kalium (K2O), Magnesium (MgO), Kalsium (CaO) dan sulfur (S)

Beberapa hal yang dikaji dalam proses karbonisasi :

  1. Temperatur dan waktu proses karbonisasi
  2. Ration karbon yang dihasilkan terhadap biosolid
  3. Kualitas produk : Konsentrasi karbon (C) dan unsur hara : Nitrogen (N), Phosphor (P2O5), Kalium (K2O), Magnesium (MgO), Kalsium (CaO) dan sulfur (S) dan logam berat

 

C. KINERJA BIOSOLID DAN KARBON PADA LAHAN PERTANIAN

Kinerja biosolid dan karbon pada lahan pertanian dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh penambahan biosolid dan karbon terhadap kualitas fisik, kimia dan biologi lahan pertanian,  kuantitas produksi tanaman dan rekomendasi  aplikasi biosolid dan karbon pada lahan pertanian. Beberapa hal yang dikaji dalam aplikasi biosolid pada lahan pertanian :

  1. Dosis biosolid dan karbon yang ditambahkan per luas lahan
  2. Kualitas fisik, kimia dan biologi lahan sebelum dan sesudah penambahan biosolid dan karbon
  3. Kuantitas produksi tanaman per luas lahan sesudah penambahan biosolid dan karbon

Rancangan Aplikasi Biosolid dan Karbon pada lahan pertanian seperti berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Luas lahan yang dibutuhkan : 800 m2

 

 

 

 

Tim pengusul penelitian Kajian Proses Pengolahan Dan Kinerja “Biosolid”  Pada Lahan Pertanian terdiri dari ketua peneliti, anggota peneliti dan teknisi. Uraian tim pengusul seperti tercantum dalam tabel berikut :

No

Nama Tim Peneliti

Keahlian Peneliti

Peran Dalam Penelitian

Alokasi Waktu (jam/minggu)

1 Dr. Ir. Ni Ketut Sari, MT Pengolahan biosolid dengan proses Ekstraksi Asam-Basa

Ketua

20

2 Ir. Ketut Sumada, MS Proses Karbonisasi Biosolid

Anggota

15

3 Ir. Sutoyo, MM Aplikasi Biosolid Pada Lahan Pertanian

Anggota

15

4 Suparno Pengawas lapangan pertanian

Teknisi

10

5 Solikin Peralatan Laboratorium

Teknisi

10

 

Penelitian ini direncanakan melibatkan beberapa mahasiswa jurusan teknik kimia dan jurusan agroteknologi di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yang akan melaksanakan kegiatan penelitian, judul penelitian untuk mahasiswa teknik kimia yaitu proses pengolahan biosolid  dengan proses ekstraksi asam dan basa serta dan proses karbonisasi biosolid.  Sedangkan untuk aplikasi limbah padat biosolid pada lahan pertanian oleh mahasiswa agroteknologi.

 

 

 

 

 

Berdasarkan tujuan penelitian kajian proses pengolahan dan kinerja “biosolid” pada lahan pertanian,  target luaran yang akan tercapai serta  metode penelitian, Jadwal kegiatan penelitian diuraikan seperti tabel berikut :

1. Jadwal kegiatan penelitian pada TAHUN PERTAMA 

 

Jenis Kegiatan

Bulan Ke

I

II

III

IV

V

VI

VII

VIII

IX

X

Koordinasi Tim Peneliti                    
Survey ke 4 (empat) Industri                    
Analisis laboratorium : kualitas fisik, kimia dan biologi biosolid                    
Pengolahan biosolid dengan proses ekstraksi asam-basa                    
Analisis laboratorium : kualitas produk biosolid hasil proses ekstraksi asam-basa                    
Pengolahan data hasil penelitian                    
Penyusunan Laporan Penelitian                    
Penyusunan Draft dan Pengiriman Artikel Ilmiah                    

 

 

 

 

 

 

 

2. Jadwal kegiatan penelitian pada TAHUN KEDUA

 

Jenis Kegiatan

Bulan Ke

I

II

III

IV

V

VI

VII

VIII

IX

X

Koordinasi Tim Peneliti, Persiapan Bahan dan Peralatan Penelitian                    
Proses karbonisasi biosolid                    
Analisis laboratorium : kualitas produk karbon                    
Analisis dan Pengolahan data hasil penelitian                    
Penyusunan laporan penelitian                    
Penyusunan Draft dan Pengiriman Artikel Ilmiah                    

 

3. Jadwal kegiatan penelitian pada TAHUN KETIGA

 

Jenis Kegiatan

Bulan Ke

I

II

III

IV

V

VI

VII

VIII

IX

X

Koordinasi Tim Peneliti, Persiapan Lahan pertanian                    
Pengolahan lahan pertanian dengan penambahan biosolid dan karbon serta analisis sifat fisik, kimia dan biologi lahan                    
Penanaman jagung pada lahan pertanian                    
Pengamatan dan pengolahan data hasil produksi tanaman jagung                    
Penyusunan laporan penelitian                    
Penyusunan Draft dan Pengiriman Artikel Ilmiah                    

 

 

 

 

 

 

Biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan penelitian kajian proses pengolahan  dan Kinerja “biosolid” pada lahan pertanian terdiri dari : Honorarium (Gaji dan Upah) pelaksana, bahan habis pakai, peralatan, perjalanan dan adminstrasi yang diuraikan seperti tabel-tabel berikut :

REKAPITULASI BIAYA KEGIATAN PENELITIAN

 

Uraian

Biaya Penelitian Tahun Ke

 

Total

(Rupiah)

I

II

III

Bahan habis pakai

31.300.000

29.000.000

27.200.000

87.500.000

Peralatan

   9.500.000

9.500.000

9.500.000

 28.500.000

Honor Tim Pelaksana

26.000.000

26.000.000

26.000.000

78.000.000

Perjalanan       14.000.000

9.500.000

19.500.000

43.000.000

Lain-lain

  9.500.000

9.500.000

 9.500.000

28.500.000

 

90.300.000

83.500.000

91.700.000

265.500.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A. BIAYA PENELITIAN TAHUN PERTAMA

1. BAHAN HABIS PAKAI

No

Nama Bahan

Kegunaan Dalam Penelitian

Biaya Total

(Rp)

1 Bahan kimia untuk analisis ion N, P, K, Mg, Ca, S dan C untuk 4 (empat) industri dengan 2 kali pengambilan sampel selama satu tahun, jadi jumlah sampel = 8

Biaya per sampel Rp 600.000

Untuk analisis kualitas unsur makro dan mikro bosolid : ion N, P, K, Mg, Ca, S dan C

4.800.000

2 Bahan kimia untuk analisis bakteri pathogen untuk 4 (empat) industri dengan 2 kali  pengambilan sampel, jadi jumlah sampel = 8

Biaya per sampel Rp 400.000

Untuk analisis bakteri pathogen : Total coliforms, fecal coliforms, shigella sp ; salmonella sp, escherichia coli

3.200.000

3 Bahan kimia untuk analisis logam-logam berat :  As, Cd, Cr, Cu, Pb, Hg, Ni, Se dan Zn untuk 4 (empat) industri dengan 2 kali  pengambilan sampel, jadi jumlah sampel = 8

Biaya per sampel Rp 700.000

Untuk analisis logam berat : As, Cd, Cr, Cu, Pb, Hg, Ni, Se dan Zn

5.600.000

4 Bahan kimia untuk analisis ion N, P, K, Mg,Ca, S dan C hasil pengolahan biosolid dengan proses ekstraksi asam-basa :  H3PO4 dan KOH,  jumlah sampel = 10

Biaya per sampel Rp 600.000

Untuk analisis kualitas unsur makro dan mikro bosolid : ion N, P, K, Mg, Ca, S dan C

6.000.000

5 Bahan kimia untuk analisis bakteri pathogen hasil pengolahan biosolid dengan proses ekstraksi asam-basa :  H3PO4 dan KOH  jumlah sampel = 10

Biaya per sampel Rp 400.000

Untuk analisis bakteri pathogen : Total coliforms, fecal coliforms, shigella sp ; salmonella sp, escherichia coli

4.000.000

 

 

 

 

LANJUTAN BAHAN HABIS PAKAI

No

Nama Bahan

Kegunaan Dalam Penelitian

Biaya Total

(Rp)

6 Bahan kimia untuk analisis logam-logam berat :  As, Cd, Cr, Cu, Pb, Hg, Ni, Se dan Zn hasil pengolahan biosolid dengan proses ekstraksi asam-basa :  H3PO4 dan KOH,  jumlah sampel = 10

Biaya per sampel Rp 700.000

Untuk analisis logam berat : As, Cd, Cr, Cu, Pb, Hg, Ni, Se dan Zn

7.000.000

7 Bahan asam H3PO4 dan basa KOH Untuk proses ekstraksi

700.000

JUMLAH

31.300.000

 

2. PERALATAN  

No

Nama Peralatan

Kegunaan Dalam Penelitian

Biaya Total

(Rp)

1. Satu Set Tangki Berpengaduk termasuk penyangga Untuk Proses pengolahan biosolid dengan proses ekstraksi Asam-Basa

5.500.000

2 Mesin Grinding Untuk pengecilan ukuran biosolid

4.000.000

Jumlah

9.500.000

 

3. HONOR TIM PELAKSANA

No

Pelaksana Kegiatan

Jumlah

Jumlah Jam/Minggu

Honor/Minggu

Biaya (Rp)

1 Ketua

1

20

200.000

10.400.000

2 Anggota

2

15

100.000

 10.400.000

3 Teknisi

2

10

50.000

 5.200.000

 

26.000.000

 

4. PERJALANAN

No.

Kota/Tempat Tujuan

Jumlah

Biaya satuan

(Rp)

Total Biaya

(Rp)

1

Pasuruan, Jawa Timur Survey dan pengambilan sampel biosolid

2 kali

1.500.000

3.000.000

2

Mojokerto, Jawa Timur Survey dan pengambilan sampel biosolid

2 kali

1.500.000

3.000.000

3

Gresik, Jawa Timur Survey dan pengambilan sampel biosolid

2 kali

1.500.000

3.000.000

4

Surabaya, Jawa Timur Survey dan pengambilan sampel biosolid

2 kali

1.000.000

2.000.000

5

Surabaya, Jawa Timur Pembelian bahan dan peralatan

3 kali

1.000.000

3.000.000

Jumlah

14.000.000

 

5. LAIN-LAIN

No.

Nama Kegiatan

Volume

Biaya satuan

(Rp)

Total Biaya

(Rp)

1

Pengolahan data

   

2.000.000

2

Penyusunan Laporan

   

2.000.000

3

Presentasi/Seminar

2

2.000.000

4.000.000

4

Publikasi

1

1.500.000

1.500.000

Jumlah

9.500.000

 

 

 

 

B. BIAYA PENELITIAN TAHUN KEDUA

1. BAHAN HABIS PAKAI

No

Nama Bahan

Kegunaan Dalam Penelitian

Biaya Total

(Rp)

1 Bahan kimia untuk analisis karbon (C) , ion N, P, K, Mg, dan Ca , hasil proses karbonisasi biosolid dengan variasi temperatur dan waktu,  jumlah sampel = 20

Biaya per sampel Rp 600.000

Untuk analisis kualitas unsur makro dan mikro bosolid : ion N, P, K, Mg, Ca, S dan C

12.000.000

2 Analisis diameter pori, luas permukaan dan daya serap air karbon hasil proses karbonisasi dengan variasi temperatur dan waktu,  jumlah sampel = 20

Biaya per sampel Rp 150.000

Untuk analisis bakteri pathogen : Total coliforms, fecal coliforms, shigella sp ; salmonella sp, escherichia coli

3.000.000

3 Bahan kimia untuk analisis logam-logam berat :  As, Cd, Cr, Cu, Pb, Hg, Ni, Se dan Zn hasil proses karbonisasi biosolid dengan variasi temperatur dan waktu,  jumlah sampel = 20

Biaya per sampel Rp 700.000

Untuk analisis logam berat : As, Cd, Cr, Cu, Pb, Hg, Ni, Se dan Zn

14.000.000

     

29.000.000

 

2. PERALATAN  

No

Nama Peralatan

Kegunaan Dalam Penelitian

Biaya Total

(Rp)

1 Satu set karbonisasi + elektrik pengendali temperatur Untuk Proses Karbonisasi biosolid

9.500.000

Jumlah

9.500.000

 

 

 

3. HONOR TIM PELAKSANA

No

Pelaksana Kegiatan

Jumlah

Jumlah Jam/Minggu

Honor/Minggu

Biaya (Rp)

1 Ketua

1

20

200.000

10.400.000

2 Anggota

2

15

100.000

 10.400.000

3 Teknisi

2

10

50.000

 5.200.000

 

26.000.000

 

4. PERJALANAN

No.

Kota/Tempat Tujuan

Jumlah

Biaya satuan

(Rp)

Total Biaya

(Rp)

1

Pasuruan, Jawa Timur Pengambilan sampel biosolid

1 kali

1.500.000

1.500.000

2

Mojokerto, Jawa Timur Pengambilan sampel biosolid

1 kali

1.500.000

1.500.000

3

Gresik, Jawa Timur  Pengambilan sampel biosolid

1 kali

1.500.000

1.500.000

4

Surabaya, Jawa Timur Pengambilan sampel biosolid

1 kali

1.000.000

1.000.000

5

Bandung, Jawa Barat, Pemesanan Peralatan Karbonisasi

1 kali

4.000.000

4.000.000

Jumlah

9.500.000

 

 

 

 

 

 

5. LAIN-LAIN

No.

Nama Kegiatan

Volume

Biaya satuan

(Rp)

Total Biaya

(Rp)

1

Pengolahan data

   

2.000.000

2

Penyusunan Laporan

   

2.000.000

3

Presentasi/Seminar

2

2.000.000

4.000.000

4

Publikasi

1

1.500.000

1.500.000

Jumlah

9.500.000

 

C. BIAYA PENELITIAN TAHUN KETIGA

1. BAHAN HABIS PAKAI

No

Nama Bahan

Kegunaan Dalam Penelitian

Biaya Total

(Rp)

1. Bahan kimia untuk analisis sifat kimia lahan : ion N, P, K, Mg, Ca, S  dan C,  sampel diambil pada 8 titk sampling dan 2 kali pengambilan sampel  jadi jumlah sampel = 16

Biaya per sampel Rp 600.000

Untuk analisis kualitas kimia : ion N, P, K, Mg, Ca,  S dan C lahan pertanian sebelum dan sesudah penanaman

9.600.000

2. Bahan kimia untuk analisis sifat biologi : bakteri pathogen,  sampel diambil pada 8 titk sampling dan 2 kali pengambilan sampel  jadi jumlah sampel = 16

Biaya per sampel Rp 400.000

Untuk analisis bakteri pathogen dalam lahan pertanian : Total coliforms, fecal coliforms, shigella sp ; salmonella sp, escherichia coli

6.400.000

3. Bahan kimia untuk analisis logam-logam berat :  As, Cd, Cr, Cu, Pb, Hg, Ni, Se dan Zn,  sampel diambil pada 8 titk sampling dan 2 kali pengambilan sampel  jadi jumlah sampel = 16

Biaya per sampel Rp 700.000

Untuk analisis logam berat : As, Cd, Cr, Cu, Pb, Hg, Ni, Se dan Zn dalam lahan pertanian

11.200.000

Jumlah

27.200.000

 

2. PERALATAN  

 

No

Nama Peralatan

Kegunaan Dalam Penelitian

Biaya Total

(Rp)

1 Kontrak Lahan Pertanian selama 1 tahun Untuk Aplikasi biosolid dan karbon pada lahan pertanian

4.500.000

2 Biaya transportasi biosolid dan karbon ke lahan pertanian Untuk Aplikasi biosolid dan karbon pada lahan pertanian

2.000.000

3 Pembersihan dan pengolahan  lahan Untuk Aplikasi biosolid dan karbon pada lahan pertanian

1.000.000

4 Pemeliharaan tanaman Untuk Aplikasi biosolid dan karbon pada lahan pertanian

2.000.000

Jumlah

9.500.000

 

3. HONOR TIM PELAKSANA

No

Pelaksana Kegiatan

Jumlah

Jumlah Jam/Minggu

Honor/Minggu

Biaya (Rp)

1 Ketua

1

20

200.000

10.400.000

2 Anggota

2

15

100.000

 10.400.000

3 Teknisi

2

10

50.000

 5.200.000

 

26.000.000

 

 

 

 

 

4. PERJALANAN

No.

Kota/Tempat Tujuan

Jumlah

Biaya satuan

(Rp)

Total Biaya

(Rp)

1 Kediri, Jawa Timur Survey Lahan Pertanian

2 kali

1.500.000

3.000.000

2 Kediri, Jawa Timur Pembersihan dan Persiapan lahan Pertanian

3 kali

1.500.000

4.500.000

3 Kediri, Jawa Timur Penanaman tanaman padi dan jagung

2 kali

1.500.000

3.000.000

4 Kediri, Jawa Timur Pengamatan tanaman dan pengambilan sampel tanah

4 kali

1.500.000

6.000.000

5 Kediri, Jawa Timur Panen hasil tanaman

2 kali

1.500.000

3.000.000

Jumlah

19.500.000

 

 

5. LAIN-LAIN

No.

Nama Kegiatan

Volume

Biaya satuan

(Rp)

Total Biaya

(Rp)

1

Pengolahan data

   

2.000.000

2

Penyusunan Laporan

   

2.000.000

3

Presentasi/Seminar

2

2.000.000

4.000.000

4

Publikasi

1

1.500.000

1.500.000

Jumlah

9.500.000

 

 

 

 

 

 

 

Aguide to The Biosolids Risk Assessment  for The EPA Part 503 Rule (1995), http://www.epa.gov/owm/mtb/biosolids/503rule/index.htm

Agricultural Uses of Municipal, Animal and Industrial byproducts : Current and Potential Agricultural Uses for Biosolids and Other Recyclable Municipal Residues, http://www.ars.usda.gov/is/np/agbyproducts/agbyintro.htm

Beshr Sukkariah (2005), “Land Application of Biosolids to Provide Plant Nutriens, Enhance Soil Properties, and Prevent Water Quality Impaierment”,

Biosolids Applied to Land : Advancing Standards and Practices (2002), http://www.epa.gov/waterscience/biosolid/nas/complete.pdf

Biosolids Generations, Use and Disposal in The USA (1999),  http://www.epa.gov/epaoswer/non-hw/compost/biosolids.pdf

Boryana Trusheva, Dorina Trunkova, Vassya Bankova (2007), “Different Extraction Methods of Biologically Active Components From Propolis”, Journal Chem Cent, 1 : 13

Bridgwater, A.V, (2003), Renewable fuel and Chemicals by Thermal processing of Biomass, Chemical Engineering Journal, vol 91, pp 87-102

David Oerke, P.E, and Jose Velasquze P.E (2003), “Biosolids Dewatering and Composting Facilities”, Footnotes Fourth Quaters

Evanylo, G.K. (1999). Agricultural land application of biosolids in Virginia: “Regulations”. Virginia Cooperative Extension Publication 452-302.

Evanylo, G.K. (1999). Agricultural land application of biosolids in Virginia: “Managing biosolids for agricultural use”. Virginia Cooperative Extension Publication 452-303.

Evanylo, G.K. (1999). Agricultural land application of biosolids in Virginia: Risks and concerns. Virginia Cooperative Extension Publication 452-304.

Goldstein, N and Block, D., (1997), “Biosolids Composting Hold Its Own”, BioCycle Journal of Composting and Recycling 38 : 12, 67-74

Goldstein, N and Gray, K., (1999), “Biosolids Composting in the United States”, BioCycle Journal of Composting and Recycling 40 : 1, 63-73

G. Tian, T.C. Granato, R.I Pietz (2006), “Effect of Long-Term Applcation of Biosolids for Land Reclamation on Surface Water Chemistry”, Journal Environ Qual 35 : 101-103

Hue, N. V, (2001), “Land Application of Biosolids” University of Hawaii

Lee W Jacobs, and Delliana S. Mc Creary, (2001), “Utilizing  Biosolids on Agricutural Land” Extension Bulletin E-2781, New York.

Letecia S, Sonon dan Julia Gaskin, (2009), “Metal Concentration Standards for Land Application of Biosolids and Other Byproduct in Georgia”, Journal of Environmental Quality 22: 335-348.

 

Nathan Jenness, (2001), “Mine Reclamation Using Biosolid”, University of Arizona

Rodriguez-Reinozo, F. and Molina-Sobia, M. (1992), Activated Carbons from Lignocellosic materials by Chemical and/or Physical Activation : An Overview, Carbon, vol 30, pp 1111-1118

Sari N. K., Kuswandi, Nonot S., Renanto Handogo, (2006), “Komparasi Peta Kurva Residu  Sistem Terner ABE Dengan   Metanol-Etanol-1-Propanol”, Jurnal REAKTOR, Jurusan Teknik Kimia UNDIP  Semarang, Vol. 10, No. 2.

Sari N. K., Kuswandi, Nonot S., Renanto Handogo, (2006), “Pemisahan Sistem Biner Etanol-Air Dan Sistem Terner ABE Dengan Distilasi Batch Sederhana”, Jurnal INDUSTRI Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi, Fakultas Teknik Industri ITS Surabaya Vol. 6, No.2.

Sari N. K., (2006), “Simulasi Pemisahan Sistem Biner Dengan Distilasi Batch Sederhana, Jurnal Teknik Kimia, UPN “Veteran” Jatim, Vol. 1, No.1.

Sari N. K., (2007), “Simulasi Dan Eksperimen Sistem Biner Dengan Jurusan Teknik Kimia”, Jurnal EKSTRAK Fundamental & Aplikasi Teknik Kimia  Jurusan Teknik Kimia ITS Surabaya Vol. 2, No.1.

Sari N. K., (2008), “Komparasi Pemisahan Sistem Biner Aseton-n-Butanol, Aseton-etanol, Etanol-n-Butanol dengan Benzene-Toluene, Jurnal Teknik Kimia, UPN “Veteran” Jatim, Vol. 1, No.2.

Sari N. K., (2009), Produksi Bioethanol Dari Rumput Gajah Secara Kimia, Jurnal Teknik Kimia, UPN “Veteran” Jatim, Vol. 4, No.1.

Sari N. K., (2006), Simulasi Sistem Biner Etanol-Air, Aseton-n-Butanol, Aseton-Etanol, Etanol-n-Butanol Dengan Distilasi Batch Sederhana”, Mitra Alam Sejati ISBN: 979-3455-87-X

Sari N. K., (2006), Simulasi Pemisahan Multi KOmponen Yang Berpotensi Membentuk Campuran Azeotrop Heterogen (Butanol-Air) Dengan Berbagai Harga Refluk Ratio”, Mitra Alam Sejati ISBN: 979-3455-68-X

Sari N. K., (2007), Simulasi Sistem Terner Aseton-Butanol-Etanol Dengan Distilasi Batch Sederhana”, Mitra Alam Sejati ISBN: 979-3455-88-8

Sari N. K., (2007), Penentuan Peta Kurva Residu Sistem Terner Aseton-n-Butanol-Etanol Dengan Distilasi Batch Sederhana”, Mitra Alam Sejati ISBN: 979-3455-89-6

Sewage Biosolids – Managing Urban Nutrients Responsibly for Crop Production, webmaster.omafra@ontarion.ca

Skodras, G, Grammelis, P, (2006), Pyrolysis and Combustion Characteristics of Biomass and Waste-Derived Feedstock“,  Industrial and Engineering Chemistry Research, vol 45, pp 3791-3799

Sommers, L. (1977). “Chemical composition of sewage sludges and analysis of their potential use as fertilizers”. J. Environ. Qual. 6:225-239.

Stein, L., Boulding, R., Helmick, J. and Murphy, P., (1995). “Process Design Manual: Land Application of Sewage Sludge and Domestic Septage”. U.S. Environmental Protection Agency. Cincinnati, Ohio. http://www.epa.gov/ord/WebPubs/landapp.pdf.

The Beauty of Biosolids, http://ehp.niehs.nih.gov/qa/105-1focus/focusbeauty.html

U.S. EPA. (1995). Process Design Manual: Land Application of Sewage Sludge and Domestic Septage, Office of Research and Development. EPA/625/R-95/001. US .EPA Washington, D.C.

U.S. Environmental Protection Agency. (1984). “Use and disposal of municipal wastewater sludge”. EPA/625/10-84/003. US .EPA, Washington D.C

U.S. Environmental Protection Agency, (2001), “Biosolids Technology Fact Sheet, In-vessel Composting of Biosolids”, EPA 832-F-00-061, US .EPA Washington D.C

U.S. Environmental Protection Agency, (1993), “Standards for the Use  or Disposal of Sewage Sludge” (40, Code of Federal Regulation part 503). US .EPA Washington D.C

U.S. Environmental Protection Agency, (1999), “Environmental  Regulations and Technology : Control of Pathogens and Vector Attraction in Sewage Sludge”, US. EPA, Washington DC.

Use of Biosolids for Mine Reclamation (2009), “Assessment  of Impact on Acid  Drainage and Nutrient Discharge” http ://jeq.scijournals.org/cgi/content/ abstract/35/4 /1118

Wurtz William O, (1980), “Methode for Lime Stabilization of Wastewater Treatment Plants Sludges”,United States Patent 4306978

David Oerke, P.E, and Jose Velasquze P.E (2003), “Biosolids Dewatering and Composting Facilities”, Footnotes Fourth Quaters

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: